Baca Juga
TEL AVIV, NNC - Pernahkah Anda dengar tentang perempuan-perempuan cantik dan seksi dalam dunia intelijen?
Sosok-sosok perempuan cantik dalam dunia intelijen juga kerap begitu terkenal dan fenomenal, bukan saja karena kecantikannya dan kelihaiannya dalam mendapat informasi intelijen, tetapi juga kehebatannya dalam menggoda lelaki untuk bisa mendapatkan informasi intelijen?
Jelasnya, perempuan dalam sejarah di dunia intelijen, selalu dimanfaatkan untuk menggoda para pejabat laki-laki. Kemolekan dan kerupawanan mereka dijadikan modal penyamaran yang mampu mengorek informasi paling rahasia sekalipun.
Modus spionase dengan jalan menempatkan wanita-wanita cantik bukanlah hal baru. Hebatnya, mereka tidak hanya cantik dan memikat, tetapi juga begitu terlatih, cerdas dan berani. Risikonya berat, jika penyamaran mereka terbongkar, tentu mereka akan dihukum berat oleh negara yang dirugikan.
Anda mungkin ingat 4 perempuan cantik dalam sejarah intelijen yang sangat terkenal itu, sebut saja Margartha Geertruida Zelle, dengan nama samaran Mata Hari. Juga Stephanie Julianna von Hohenlohe asal Jerman di zaman Hitler, Josephine Baker agen intelijen Perancis, Anna Chapman agen Rusia, dan lain-lain.
Lagi pula dalam dunia intelijen, para agen rahasia biasanya dibekali prinsip menggunakan segala cara untuk memperoleh informasi soal kelemahan dan kekuatan musuh. Dari cara paling mengenakkan, seperti berhubungan seks, hingga menyiksa.
Dasar itu pula, yang dalam berbagai sumber dikatakan, yang harus dipegang mata-mata Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Tentu saja, seks menjadi senjata andalan kaum perempuan. Karena itu pula, Rabbi Ari Shvat mengeluarkan fatwa: agen Mossad perempuan boleh bersetubuh dengan musuh untuk mencapai misinya. Minimal, itulah yang pernah dipaparkan dalam forum.detik.
Benarkah itu? Hanya mereka yang terjun dalam dunia intelijen yang tahu dengan pasti. Lebih khusus lagi, hanya anggota Mossad yang tahu.
- 1
- 2
- Singkap Sejarah
- Mossad
Source link
0 comments