Monday, 11 December 2017

Siapa Sesosok Perempuan Cantik, Seksi nan Misterius di Puncak Monas?

TARUH KODE ADSENSE DI SINI
TARUH KODE ADSENSE DI SINI

Baca Juga


Tugu Monas
jejakpiknik
Tugu Monas

JAKARTA, NNC - Ketika menetapkan Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia, Presiden Soekarno mulai memikirkan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di Paris. Menara Eiffel di Paris merupakan sebuah monument bernilai seni tinggi yang sangat digandrungi Bung Karno

Pembangunan monumen bertujuan mengenang perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945. Dengan adanya monumen itu, Soekarno berharap bisa terus membangkitkan semangat patriotisme generasi yang akan datang.

Pada tanggal 17 Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955. Banyak seniman Jakarta dan berbagai daerah lain ikut merancangnya.

Saat itu terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad.

Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tapi sekali lagi tak satu pun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Presiden Soekarno. 

Tapi saat itu Bung Karno kurang sreg dengan rancangan Silaban. Soekarno berharap monumen itu berbentuk lingga dan yoni.

Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa, sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara saat itu, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk.

  • 1
  • 2
  • 3
Tag:
  • Singkap Sejarah
  • Perempuan di puncak Monas


Source link
TARUH KODE ADSENSE DI SINI
Load disqus comments

0 comments